Rumah Sakit

6 Dokter Spesialis Yang Sering Kita Jumpai Di Rumah Sakit

Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pascasarjana (spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter dan dokter gigi setelah dokter umum dan dokter gigi menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter atau dokter gigi.

Beberapa dokter kadang-kadang mengambil dua bidang spesialisasi, misalnya Sp.PD (internist) dengan Sp.JP, sehingga penulisan gelarnya di belakang nama dokter yang bersangkutan menjadi Sp.PD Sp.JP. Contoh lain misalnya Sp.B Sp.U, Sp.B Sp.OT, dan lain-lain (tetapi jarang sekali).

Bicara soal gelar spesialis, di Indonesia sendiri ada banyak sekali dokter dengan spesialisasi berbeda-beda. Mereka bertugas sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Ada yang ahli penyakit dalam, saraf, urologi, dan lain-lain. Meskipun kita nggak bergelut di dunia medis, tapi kita juga harus paham kepanjangan dari gelar dokter-dokter ini, dan apa sebenarnya penyakit-penyakit yang bisa diatasi.

Spesialis Obstetri & Ginekologi (Sp.OG)

Dokter dengan keahlian ini (Kebidanan dan Kandungan)biasa jadi rujukan para ibu hamil (bumil) di rumah sakit. Mereka yang biasa disebut obgyn (singkatan dari obstetrician-gynecologist) ini juga punya kewenangan mengatasi penyakit yang berhubungan dengan reproduksi, termasuk menstruasi dan menopause.

Spesialis Saraf (Sp.S)

Spesialis saraf atau neurologist biasanya menangani penyakit seperti stroke, kelumpuhan, atau saraf terjepit. Jika pasien butuh penanganan lebih lanjut seperti pembedahan atau operasi, biasanya ahli saraf akan bekerjasama dengan spesialis bedah saraf.

Spesialis Urologi (Sp.U)

Sebenarnya ini adalah sub-spesialisasi dari dokter spesialis bedah Kalau ini ranah kerjanya berkaitan dengan penyakit yang menyerang saluran kemih. Tapi karena gelarnya cukup sering ditemui, nggak ada salahnya dibahas juga. Spesialis urologi ini biasanya mengatasi masalah yang berhubungan dengan kandung kemih, ginjal, ureter, dan sistem reproduksi pria seperti testis, prostat, dan penis.

Selain sederet gelar di atas, sebenarnya masih banyak sekali gelar dokter spesialis lain yang ada di Indonesia. Nah, sebenarnya beberapa spesialisasi di atas juga punya sub spesialis lho, misalnya Sp.B sub spesialisnya; Bedah Saraf, Bedah Onkologi, Bedah Digestif, dan lain-lain. Untuk Sp.A sub spesialisnya; Nutrisi & Penyakit Metabolik, Pediatri Gawat Darurat, Respirologi, dan lain-lain.

Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)

Mereka yang disebut dermatologis ini jadi rujukan pasien yang punya keluhan di area kulit dan kelamin, seperti bisul, bintik-bintik, cacar air, dan lain-lain. Biasanya banyak juga orang yang berkonsultasi soal kesehatan kulit wajah di dokter ini.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP)

Spesialis jantung dan pembuluh darah atau disebut kardiolog, Beda dengan internist, dokter dengan gelar ini cuma fokus ke organ jantung aja. punya kewenangan menangani penyakit yang terkait dengan organ tersebut. Kardiolog sendiri dibedakan menjadi dua, pertama yang fokus mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung, kedua yang khusus menangani masalah detak jantung tidak normal oleh karena sebab-sebab internal.

Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)

Di dunia medis, Sp.PD disebut juga internist kalau berkaitan sama organ dalam, Sp.PD lah yang harus menangani
. Mereka inilah yang mempelajari penyakit sistemik dalam tubuh manusia di luar disiplin ilmu yang membahas jantung, pencernaan, dan paru-paru. Karena kalau untuk organ-organ itu ada cabang ilmunya sendiri.

Dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) yaitu program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum dan dokter gigi untuk menjadi dokter spesialis dan dokter gigi spesialis tertentu. Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester.

Baca Juga >> Rumah Sakit Terbaik Khusus Kanker Di Penang

Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum dan dokter gigi yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis dan dokter gigi spesialis disebut residen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *