Pengobatan

Cedera Yang Umum Terjadi Pada Lutut

Sendi lutut dapat mengalami kerusakan akibat cedera atau peradangan (arthritis), yang dapat menghambat pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sendi lutut yang rusak akan menyebabkan timbulnya nyeri pada lutut ketika beraktivitas, seperti berjalan, menaiki tangga, duduk, atau berbaring.

Sebelum menjalani operasi penggantian lutut, pasien terlebih dahulu akan menjalani pengobatan nonbedah. Pengobatan tersebut dapat berupa pemberian obat-obatan ataupun pemberian alat penyangga untuk membantu pasien beraktivitas menggunakan lututnya. Jika metode pengobatan nonbedah sudah tidak efektif meredakan nyeri dan meringankan keluhan, pasien dapat menjalani operasi penggantian lutut.

Cedera Yang Umum Terjadi Pada Lutut

Cedera lutut dapat diakibatkan oleh olah raga atau kegiatan rekreasi, jatuh yang tidak disengaja, atau bahkan aus akibat penggunaan setiap hari. Sebagian besar cedera minor seperti luka dan memar akan sembuh dengan sendirinya, namun beberapa cedera tertentu dapat menyebabkan kondisi serius yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi fungsi lutut. Cedera yang umum terjadi pada lutut meliputi:

  • Hilangnya rentang gerak yang lengkap
  • Rasa tidak nyaman
  • Terasa empuk ketika disentuh
  • Nyeri yang disertai oleh bengkak, biasanya dalam waktu 24 jam

Penyebab umum seseorang harus menjalani operasi penggantian lutut adalah radang sendi. Akan tetapi, radang sendi sendiri banyak sekali jenisnya, dan jenis radang sendi yang seringkali menyebabkan seseorang harus menjalani operasi penggantian lutut adalah:

  • Rheumatoid artritis. Rheumatoid arthritis terjadi ketika sendi lutut seseorang mengalami radang kronis akibat penyakit autoimun yang menyebabkan lutut menjadi sulit berfungsi.
  • Osteoarthritis. Osteoarthritis terjadi ketika sendi lutut seseorang mengalami peradangan yang diakibatkan penambahan usia (degenerasi). Kondisi ini kebanyakan dialami oleh lansia. Namun pada beberapa kasus, terjadi juga di usia muda.
  • Artritis pasca trauma (post-traumatic arthritis). Radang sendi jenis ini dapat terjadi akibat cedera serius pada sendi lutut.

Sebelum direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani operasi penggantian lutut, pasien akan direkomendasikan untuk menjalani pengobatan tanpa operasi. Misalnya, melalui pemberian obat-obatan, antara lain:

  • Obat antiinflamasi non steroid.
  • Kortikosteroid.
  • Suplemen sendi, seperti glukosamin atau kondroitin sulfat.
  • Selain penggunaan obat-obatan, pasien juga dapat menjalani prosedur penanganan lain untuk meredakan radang sendi lutut, seperti:
  • Fisioterapi.
  • Penggunaan alat bantu untuk berjalan dan beraktivitas, seperti tongkat atau alat penyangga (brace).
  • Diet untuk menurunkan berat badan, terutama pada penderita arthritis yang juga menderita obesitas.
  • Membatasi aktivitas fisik, terutama yang mengandalkan lutut atau kaki.
  • Jika pengobatan-pengobatan tersebut sudah tidak efektif meredakan nyeri lutut akibat radang sendi, dokter baru kemudian akan merekomendasikan pasien untuk menjalani operasi penggantian lutut

Masa pemulihan pasca operasi pengantian lutut umumnya berlangsung sekitar 3-6 minggu. Setelah pemulihan selesai, pasien sudah dapat melakukan aktivitas fisik ringan di sekitar rumah. Pasien baru boleh mengemudikan kendaraan jika sudah terbiasa dengan lutut prostetik, dan jika sudah tidak mengonsumsi obat pereda nyeri. Sedangkan untuk aktivitas fisik yang tergolong berat, sebaiknya dihindari. Misalnya, melakukan olahraga yang rentan terjadi benturan lutut, seperti sepak bola.

Saat ini, tingkat keberhasilan operasi penggantian lutut cukup baik, yaitu sekitar 90 persen. Kebanyakan pasien yang sudah menjalani operasi penggantian lutut tidak lagi merasakan nyeri pada lututnya. Dengan menyesuaikan aktivitas fisik, hasil dari operasi penggantian lutut dapat bertahan hingga belasan tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *