Pengobatan

Kenali 10 Gejala Penyakit Kawasaki Yang Menyerang Anak-anak, Patut Di Waspadai

Penyakit Kawasaki adalah sebuah sindrom vaskulitis akut yang dominan mempengaruhi arteri kecil dan menengah. Data epidemiologis menunjukkan bahwa aspek genetika anak mendasari patogenesis penyakit ini. Penyakit Kawasaki (juga dikenal sebagai sindrom ke lenjar getah bening, penyakit simpul mukokutan, dan poliarteritis anak) adalah penyakit vaskulitis dan 80% pasien adalah balita, yang mengenai banyak organ, termasuk kulit, selaput lendir, kelenjar getah bening, dan dinding pemvbuluh darah.

Efek yang paling serius adalah pada jantung yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah atau aneurisma. Tanpa pengobatan, kematian dapat mendekati 1%, yang biasanya terjadi dalam waktu 6 minggu sejak sakit.

Penyakit ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1967 oleh Dr. Tomisaku Kawasaki di Jepang, sehingga disebut Penyakit Kawasaki. Sejauh ini insiden penyakit Kawasaki tertinggi terjadi di Jepang (175 per 100.000 anak). Sebuah hipotetis patogenesis penyakit Kawasaki adalah “sistem homeostasis protein”, yaitu setelah sebuah infeksi oleh pathogen yang tidak diketahui, protein pathogen yang dihasilkan menyebar dan mengikat sel endothelial arteri koroner sebagai sel target utama.

GEJALA

Gejala klinis penyakit Kawasaki sering dimulai dengan demam tinggi dan terus-menerus, yang tidak responsive terhadap dosis normal obat turun demam parasetamol atau ibuprofen. Demam dapat bertahan terus selama 2 minggu dan biasanya disertai mudah marah dan anak menjadi emosional. Gejala klinis yang umum meliputi :

1. Demam tinggi (lebih dari 39°C) yang biasanya berlangsung selama lebih dari 5 hari

2. Mata terlihat merah

3. Bibir berwarna merah terang, pecah-pecah, atau retak.

4. Selaput lendir di mulut juga merah.

5. Lidah merah dengan benjolan di bagian belakang (lidah strawberry).

6. Telapak tangan dan telapak kaki berwarna kemerahan.

7. Ruam kulit dengan banyak bentuk

8. Bengkak kelenjar getah bening hanya satu sisi, terutama di daerah leher.

9. Sakit sendi

10. Lekas marah atau emosional

Kawasaki selalu menyerang anak-anak terutama di usia di bawah lima tahun, kebanyakan kasus yang ditemukan adalah pad anak laki-laki. Gejala yang ditimbulkan saat anak terserang penyakit Kawasaki adalah demam beberapa hari, timbul ruam atau bercak merah, pembengkakan tangan dan kaki, mata merah, iritasi dan peradangan selaput lendir mulut, bibir, lidah dan tenggorokan serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Dampak jangka pendek mungkin tidak terlalu serius, tetapi pada beberapa kasus dapat terjadi komplikasi jangka panjang termasuk kerusakan arteri koroner.

Hingga saat ini belum diketahui secara jelas penyebab penyakit Kawasaki. Banyak peneliti berpendapat mungkin akibat infeksi (virus atau bakteri). Terdapat kecenderungan kearah faktor herediter atau keturunan sehingga misalnya lebih sering ditemukan pada keturunan Jepang. Saat ini tidak ada bukti bahwa penyakit ini bisa menular.

Penanganan terbaik bagi penderita Kawasaki adalah pemberian gamaglobulin (fraksi protein darah manusia) dosis tinggi yang diberikan secara intravena. Obat inipaling efektif dalam mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan arteri koroner jika diberikan dalam 10 hari pertama sejak sakit. Juga diberikan aspirin dosis tinggi pada awal fase akut sampai demam reda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *