Rumah Sakit

Tahapan Prosedur Setelah Melakukan Medical Checkup

Kesehatan adalah sumber kebahagian bagi seseorang. Karena dengan sehat, semua orang dapat melakukan apapun termasuk menggapai mimpi yang diinginkannya. Maka, jika impian ini telah nampak nyata dihadapan Anda. Tunggu menunggu, segeralah berkorban dengan tanggung kesehatan diri. Patuhi apa yang menjadi pantangan untuk Anda.

Dokter atau petugas kesehatan yang ditunjuk oleh perusahaan atau lembaga akan melakukan tes kepada Anda yang memberikan tes telinga, hukum, dan juga mata. Namun ada pula doker yang menyuruh pasiennya untuk berbaring di tempat tidur seseorang. Selain itu dilakukan pula tes besar-besaran dari angka yang dipadukan dengan warna dan gambar.

Sementara tes telinga biasanya seorang dokter akan memberikan earphone atau mikrofon dan pasien tersebut harus menebak maksud dari suara atau ucapan tersebut. Setelah menjalani serangkaian prosedur medical checkup, umumnya Anda akan diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa, serta makan dan minum setelah 10 jam berpuasa.

 Sementara itu, lamanya waktu selesai hasil pemeriksaan (WSHP) sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh tahapan yang ada dalam proses tersebut mulai dari pra analitik, analitik, dan pasca analitik. Setelah tahap-tahap tersebut selesai, selanjutnya Anda dapat melakukan konsultasi hasil medical checkup dengan dokter, dimana pada tahap ini terjadi diskusi serta edukasi antara dokter dengan Anda terkait hasil yang didapatkan.

Apabila dokter merasa hasil medical checkup memerlukan tindakan lebih lanjut seperti pemberian terapi, pemeriksaan penunjang lanjutan, konsultasi dengan dokter spesialis, ataupun hal-hal lainnya, maka hal tersebut akan dijelaskan secara detail oleh dokter. Akan tetapi, adakalanya tindakan dapat langsung dilakukan setelah menjalani medical checkup. Sebagai contoh, pemberian vaksin untuk kebutuhan dan keinginan khusus dari pasien, misalnya karena akan melakukan ibadah haji, umroh, syarat melanjutkan studi, dan lain sebagainya. Dokter juga akan menjelaskan vaksin apa saja yang memerlukan booster dan akan diberikan pada Anda, bila dikehendaki.

Lalu, seberapa sering medical checkup perlu dilakukan? Perlu Anda ketahui pula, frekuensi seseorang untuk melakukan medical checkup tergantung beberapa faktor, antara lain faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit dahulu dan riwayat penyakit keluarga. Di samping itu, kondisi dan hasil medical checkup terakhir juga dapat menjadi pertimbangan bagi dokter untuk menyarankan kapan Anda akan melakukan medical chec up kembali.

Sebagai contoh, untuk seseorang yang sudah berusia lanjut dapat disarankan untuk melalukan medical checkup lebih sering dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Selain itu, wanita yang aktif secara seksual juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear rutin dan kaum laki-laki disarankan untuk melakukan pemeriksaan prostat dan lain sebagainya sesuai anjuran dokter.

Tak sedikit orang datang ke dokter hanya pada saat terdapat gejala kesehatan yang mengganggu. Selain pengobatan yang bisa jadi lebih kompleks, kualitas hidup Anda pun dapat terganggu. Untuk itu, mari lebih peduli terhadap kesehatan diri, salah satunya dengan melakukan medical checkup secara rutin.

Baca Juga >> Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah Untuk Para Calon Pengantin

Saat ini kamu tidak perlu repot atau bingung lagi untuk melakukan perjalanan medis ke Penang. Kini bersama travelmed.asia semua perjalanan medis kamu bisa lebih menyenangkan lowh, karena dengan travelmed.asia yang memberikan banyak keuntungan seperti booking hotel, antar jemput di bandara ( 1 mobil 1 pasien ), membuat janji dengan dokter, mengurus kelengkapan dokumen dan masih banyak lainnya yang bisa kamu nikmati jika berwisata medis menggunakan travelmed.asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *