Pengobatan

Virus Corona Yang Berasal Dari Sebuah Pasar Hewan, Menjadi Perhatian Dunia Internasional

Wabah penyebaran virus corona menjadi perhatian dunia.Banyak korban di berbagai negara berjatuhan bahkan hingga meninggal dunia karena virus yang diduga berasal dari hewan di China ini. Asal muasal virus corona sempat jadi teka-teki, pemerintah China berusah untuk mengungkap bagaimana virus tersebut mulai menyebar. Banyak korban di berbagai negara berjatuhan bahkan hingga meninggal dunia karena virus yang diduga berasal dari hewan di China ini.

Asal muasal virus corona sempat jadi teka-teki, pemerintah China berusah untuk mengungkap bagaimana virus tersebut mulai menyebar. Peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) menyatakan, mereka telah mengumpulkan sampel untuk diteliti. Virus corona itu berasal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan. Pasar yang kemudian ditutup sejak patogen itu menyebar dilaporkan menjual berbagai macam hewan liar.

Mulai anak serigala, rubah, hingga burung merak. Dalam keterangan CDC, sebanyak 31 dari 33 sampel positif diambil dari zona barat yang merupakan tempat perdagangan hewan liar. Pasar Seafood Huanan sebenarnya sudah menjadi sorotan karena dianggap sebagai asal muasal patogen mematikan. Namun, sampel yang positif itu membenarkan dugaan tersebut.

Keberadaan pasar basah itu membuat virus dengan gampang melompat baik dari hewan hidup atau pun mati, serta manusia seperti penjual dan pembeli. Sejak kemunculan virus corona pada akhir Desember 2019, pemerintah China sudah melakukan langkah pencegahan tak hanya dengan menutup pasar Huanan.

Sejumlah informasi yang telah beredar, menunjukkan penyebaran virus corona disebabkan oleh orang yang makan kelelawar atau ular, tetapi belum ada peneliti yang mengonfirmasi hal ini. Dokter dan peneliti masih mencari asal-usul virus corona, bagaimana itu bisa menular ke manusia, menyebar lewat apa, dan apa yang dapat dilakukan untuk membasmi virus itu.

Penelitian dari luar terhadap penyakit itu menunjukkan, virus mungkin tidak datang dari pasar, tetapi virus itu yang mendatangi pasar. Spesialis penyakit menular Universitas Georgetown Daniel Lucey mencatat, virus tersebut tampaknya memiliki masa inkubasi hingga 14 hari dan kasus yang dilaporkan pertama kali muncul pada 1 Desember, kemungkinan infeksi manusia awal terjadi pada bulan November.

Dan karena virus hanya menunjukkan gejala seperti flu pada banyak orang, siapa pun dapat menyebarkannya ke orang lain jauh sebelum petugas kesehatan tahu mengenai virus ini. Virus ini bisa menginfeksi manusia bahkan sebelum sampai ke pasar di bawah pengawasan. 

Kebiasaan lain yang tampaknya bisa membantu penyebaran virus ini adalah peternakan dan bepergian. Bahkan rantai makanan di Amerika Serikat bisa menyebarkan penularan melalui makanan mulai dari selada hingga daging sapi. Asal-usul 2019-nCoV adalah jaring kusut yang harus dipecahkan.

Baca Juga >> Rumah Sakit Terbaik Khusus Kanker Di Penang

Saat ini kamu tidak perlu repot atau bingung lagi untuk melakukan perjalanan medis ke Penang. Kini bersama travelmed.asia semua perjalanan medis kamu bisa lebih menyenangkan lowh, karena dengan travelmed.asia yang memberikan banyak keuntungan seperti booking hotel, antar jemput di bandara ( 1 mobil 1 pasien ), membuat janji dengan dokter, mengurus kelengkapan dokumen dan masih banyak lainnya yang bisa kamu nikmati jika berwisata medis menggunakan travelmed.asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *